Medan (SiBoge) – Terjadi perombakan signifikan di tubuh Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan. Pasalnya, Wali Kota Medan Rico Waas “mengimpor” Khairul Azmi sebelumnya adalah Kadis PUPR di Pemkab Langkat menjadi Kadis SDABMBK Medan, bukan dari internal Pemko Medan.Bahkan Sekretaris Dinasnya (Sekdis) juga diganti dari Willy Irawan kepada Gema Halelu Isa, Willy dipercaya menjadi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sebelumnya, Dinas SDABMBK Medan pada kepemimpinan Wali Kota Bobby Nasution dijabat Topan Obaja Ginting, lalu dia “naik kelas” menjadi Kadis PUPR Pemprov Sumut. Mengisi sementara kekosongan kursi SDABMBK, Rico Waas menghunjuk Gibson Panjaitan jadi Plt Kadis SDABMBK. Tapi setahun kemudian, Gibson ditarik Gubernur Bobby Nasution menjadi pejabat eselon II di Pemprov membuat kursi Kadis SDABMBK Medan kosong. Lalu, Rico Waas melantik tiga pejabat eselon II, III
dan IV, Khairul Azmi jadi Kadis SDABMBK dan Willy Irawan jadi Sekretaris dinasnya.

Pergantian dua jabatan penting di SDABMBK menuai kritikan di lingkungan DPRD Medan khususnya di Komisi 4. Anggota Komisi 4 Renville Napitupulu menilai komposisi yang sudah bagus selama ini tapi justru “diobrak-abrik”. Pasalnya, pemko dan dewan sedang serius-seriusnya konsentrasi menangani banjir di Kota Medan.

Pasca banjir November 2025, Komisi 4 sangat intens membahas penanganan banjir bersama Dinas SDABMBK dan Dinas terkait. Yang selama ini menguasai permasalahan dan sudah menyiapkan penanganannya dengan anggaran yang ada. Bisa dikatakan Dinas ini tinggal action untuk menormalisasi sungai-sungai yang membelah Kota Medan. Tapi dua ujung tombak yakni kadis dan sekdis yang selama ini sudah menyiapkan kerangka tugas justru diganti.

Namun Ketua Komisi 4 Paul Mei Anton Simanjuntak meski kaget dengan pergantian tersebut, tapi tidak apriori dan menilai positif terhadap kebijakan Wali Kota Rico Waas. “Kita tidak bisa mengatakan pejabat baru ini tidak mampu, kita lihat saja kinerjanya selam tiga bulan ini, sesegera mungkin kita panggil Dinas SDABMBK rapat dengar (RDP) membahas kembali penanganan banjir,” kata Paul kepada wartawan, Selasa (21/4/2026).

Politisi PDIP ini sempat berharap yang nIk jadi kepala dinas adalah pejabat-pejabat yang ada di internal SDABMBK, karena para pejabat eselon 3 di Dinas itu sudah mumpuni dalam permasalahan banjir. Karena selama ini sudah bolak-balik rapat kordinasi dengan Kondisi 4.

Namun, pihaknya (Komisi 4) kata Paul tetap berpikiran positif dengan pergantian tersebut, karena menilai Wali Kota Rico Waas sudah mempertimbangkan secara matang siapa “The Right Man on The Right Place” dalam menuntaskan permasalahan banjir di Kota Medan.

Legislatif akan menguji pejabat-pejabat baru itu untuk melihat bagaimana kemampuannya. Jika tidak mampu akan dikritisi dan diusulkan kepada wali kota supaya diganti. Karena untuk penanganan banjir ini bukan kerja gampang, maka harus ditangani ahlinya.

“Misalnya, normalisasi sungai Bederah sampai sekarang belum rampung. Banyak lagi yang harus dibangun dalam mengatasi banjir, selain normalisasi, ada juga pembuatan kolam retensi. Selama ini sudah dikuasai Gibson Panjaitan dan Willy Irawan beserta jajarannya. Namun sekarang pejabat intinya sudah berganti, kita berharap mereka berdua memiliki kemampuan di bidang ini dan bisa berkolaborasi dengan kepala bidang dan kepala seksi membidanginya. Dengan harapan penanganan banjir bisa tuntas tahun ini, karena sekarang ini iklim tidak menentu,” harapnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *