Medan (SiBoge) – Dihadiri Ketua KONI Pancurbatu Iptu Edison Sembiring dan perangkat Desa Hulu Kecamatan Pancurbatu serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, Plt Ketua Persatuan Olahraga Beladiri Ishikawa Karatedo Indonesia (Porbikawa) Sumatera Utara, Sensei Drs Dolatta Ginting (DAN IV) melaksanakan pembukaan Dojo Konsentrasi dan Honbu Dojo Porbikawa Sumut di Desa Hulu Pancurbatu, Jumat (10/4).

Dalam pemaparannya, Sensei Dolatta mengatakan Porbikawa Sumatera Utara akan memperkuat para juri dan wasit serta melakukan latihan bersama sebanyak 2 kali sebulan khusus untuk pelatih Sabuk Hitam dan Cokelat sebagai Asisten Pelatih di Dojo Konsentrasi yang juga Honbu Dojo Porbikawa.

“Penguatan para juri dan wasit ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing Porbikawa di Karate khususnya Sumatera Utara,” ujarnya dalam peresmian yang didampingi Sekum Senpai Irwan, Bendahara Senpai Ivo Bukit dan Binpres Sensei Ismadaya Sembiring.

Disebutkan pria yang pernah menjadi pelatih fisik PON Tahun 1995 itu, dirinya sudah dari kecil latihan karate dan efek positifnya sangat banyak. Ia berharap Honbu Dojo ini bisa menjadi pusat latihan Porbikawa se- Sumatera Utara.

Sementara itu, Ketua KONI Pancurbatu Iptu Edison Sembiring dalam sambutanya mengatakan karate itu membentuk disiplin, etika dan adab. Dirinya juga mantan atlet Karate yang pernah jadi juara nasional dan saat ini sebagai Ketua KONI Pancurbatu memimpin 20 cabang olahraga.

Dari Pancurbatu sendiri, sudah banyak atlet yang lahir di tingkat Sumut, Nasional bahkan Internasional. Di antaranya Fadil peraih medali perak Sea Games, Floorball juara nasional dan 5 atletnya diterima di Unimed tanpa testing. Beberapa atlet juga diterima di TNI dan sedang mengikuti pendidikan saat ini. Bahkan atlet tae kwon do dari Pancurbatu bisa menjadi utusan ke luar negeri bersama 5 orang lainnya di Indonesia.

Babinkamtibmas dan Babinsa yang hadir juga menyatakan kegiatan ini postif bagi warga dan menyatakan pihak KONI Pancurbatu juga akan menyupport atlet yang berprestasi.

Binpres Ismadaya Sembiring dalam pemaparannya menyatakan saat ini pengaruh digital lebih berbahaya dari Narkoba sehingga anak-anak harus diberi kegiatan positif seperti latihan Karate. “Disini hirarki dan busidho (jujur) akan diajarkan sehingga anak-anak berani mengakui kelebihan orang lain dan berusaha meningkatkan diri sendiri dengan prestasi,” ujarnya.

Banyak atlet yang pada akhirnya bekerja di sejumlah instansi pemerinta, TNI/Polri, BUMN, BUMD dan tempat lainnya karena dipercaya memiliki jiwa yang bisa diandalkan karena sudah berlatih karate.

Tidak ada ruginya karena kalau sudah sabuk hitam, akan bisa mandiri dengan membuka dojo sendiri. Karena black belt sudah mampu disiplin dan berdiri sendiri. Postitif lainnya adalah sudah pasti tidak akan ikut-ikutan Geng Motor yang saat ini sudah cukup meresahkan dan pengaruh Narkoba tidak akan masuk lagi.

Sedangkan untuk anak-anak di Desa Kecamatan Pancurbatu, bisa mendaftarkan diri di Kantor Desa Hulu untuk bisa latihan di jambur desa dengan melengkapi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh pengurus.

Dipaparkannya, visi ini memiliki 4 pilar yaitu profesional (tata kelola), berkarakter (bushido dan hirarki), berprestasi (hasil kompetitif) dan berkelanjutan (sistem jangka panjang). Sedangkan Misinya membangun tata kelola organisasi yang profesional, mengembangkan sistem pembinaan atlet berjenjang, meningkatkan kualitas SDM (pelatih & wasit), memperluas jaringan dan ekspansi organisasi dan membentuk karateka berkarakter dan berintegritas.

Sementara tokoh masyarakat, Leny Br Tarigan SPd yang hadir pada saat itu mengatakan pihaknya sangat mendukung adanya latihan karate ini. “Ini untuk tumbuh kembangnya anak ke arah positif,” ujarnya seraya mengatakan dirinya juga sudah memperlengkapi anak-anaknya dengan latihan bela diri. Selain bisa menjadi prestasi di pekerjaan dan sekolahnya, minimal bisa menjaga diri sendiri dimanapun berada. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *