Pekanbaru (SiBoge) – Acara “Perjumpan bena tahun” (pertemuan awal tahun) 2026 masyarakat Karo di Kota Pekanbaru sekitarnya berlangsung semarak dan meriah, Selasa (17/2/2026) pagi hingga sore di Jambur Elim Jalan Labersa Pekanbaru, dengan turut dihadiri Komandan Korem 031/Wirabima Brigjen TNI Agustatius Sitepu bersama istri, Ester Rehulina br Sembiring.
Acara yang dimeriahkan gendang Karo dan penampilan “perkolong-kolong” (penyanyi lagu Karo) lokal tersebut dihadiri sekitar 400 warga Karo yang mengenakan “kampuh” (kain sarung) dan “uis nipes” (kain khas Karo, sejenis ulos). Hadir juga, tokoh-tokoh masyarakat Karo di Pekanbaru, tokoh adat, tokoh pemuda, ketua merga-merga, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setdsprov Riau Jhon Armedi Pinem, dan undangan lainnya.
Perjumpan bena tahun sekaligus arisen gabungan si lima merga (Karo-karo, Ginting, Tarigan, Sembiring, dan Perangin-angin) tersebut merupakan agenda tahunan Perpulungen Arih Ersada (Persada) Karo Pekanbaru, sebuah organisasi sosial yang menaungi seluruh masyarakat Karo di Pekanbaru sekitarnya. Perjumpan bena tahun biasa dilakukan sebelum dimulainya pertemuan rutin (biasa juga disebut arisan) oleh masing-masing marga. Pada setiap bulan ganjil, dilakukan pertemuan marga Ginting di minggu pertama, pertemuan marga Tarigan di minggu kedua, dan pertemuan marga Karo-karo di minggu ketiga. Sedangkan di bulan genap, pertemuan marga Perangin-angin pada minggu pertama, Sembiring pada minggu ketiga.
Acara diisi dengan menari per merga, menari bersama, perkenalan anggota baru, undian doorprize, makan bersama, juga penyampaian kata-kata sambutan. Danrem Brigjen Agustatius Sitepu juga tampil bernyanyi, duet dengan istri menyanyikan lagu “Kam Kap Pilihenku”, lagu ciptaan Agustatius.
Ketua Persada Karo Berani Sembiring mengatakan, masyarakat Karo di Pekanbaru terbilang sudah cukup ramai atau banyak, namun kebersamaan atau kekompakan masih terus terjaga, juga dalam hal pelestarian adat dan budaya. Kehadiran Agustatius sebagai Danrem di “bumi lancang kuning” tentunya menambah kebahagiaan seluruh masyarakat Karo di Pekanbaru sekitarnya. Ia juga mengapresiasi panitia kegiatan yang dalam waktu terbilang singkat telah bekerja keras untuk suksesnya acara.
Penasihat Persada Karo Bahtera Perangin-angin didampingi Mambar Sembiring, Tarigan, dan Maksi Ginting mengatakan, sebagai orang perantauan, masyarakat Karo di Pekanbaru tidak bisa melupakan atau lepas dari adat budaya warisan leluhurnya. “Adat dan budaya itu dalam pelaksanaannya bersifat dinamis, tetapi tentu saja harus tetap berpegang pada nilai-nilai atau filosofi yang telah diwariskan tetua-tetua dahulu,” katanya dan menekankan pentingnya tetap dilestarikan adat budaya Karo oleh warga Karo di Pekanbaru.
Sementara itu, Danrem 031/WB Brigjen TNI Agustatius Sitepu mengatakan tidak menyangka masyarakat Karo yang hadir demikian ramai. “Tadinya saya pikir acara seperti ini dihadiri sedikit orang saja, tapi ini ternyata cukup ramai kita di jambur ini,” ujarnya. Ia mengaku senang karena setelah menjadi Danrem di Riau masih bisa sering bertemu dengan “orang asal sekampung”. Mantan Dandim 0205/Tanah Karo, Dan Brigif Rimba Raya, dan Danrem 022/PT itu juga meminta doa dan dukungan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik.
Agustatius, putra Karo kelahiran Berastagi, alumni Akmil tahun 1997 tersebut mengemban jabatan Danrem 031/WB sejak 20 Januari lalu, menggantikan Brigjen TNI Jarot Suprihanto dalam serah terima jabatan Danrem yang dipimpin Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo di Aula Kaharuddin Nasution Makodam XIX/TT di Pekanbaru.
Ketua panitia pelaksana Bantu Sembiring berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga acara bisa berjalan baik dan lancar. Segenap panitia telah berupaya bekerja semaksimal mungkin, namun tentu saja masih ada kekurangan, dan untuk itu kami minta maaf, katanya. (*)
