Pekanbaru (SiBoge) – Natal Bersama Keluarga Besar Wartawan Provinsi Riau Tahun 2025 digelar di Hotel Dafam Jalan Sultan Sarif Kasim Pekanbaru, dalam suatu acara yang berlangsung penuh sukacita, Jumat (26/12/2025) sore hingga malam. Natal yang dihadiri sekitar 275 orang tersebut mengambil tema “Allah hadir untuk menyelamatkan manusia (Matius 1:21-24)” dan subtema “Natal menjadi momen untuk merasakan kembali kehadiran Allah di rumah kita”.

Pdt Murdani Lumbansiantar STh dalam khotbahnya mengatakan, Natal merupakan bukti cinta kasih Allah kepada manusia. “Allah begitu mengasihi kita, sehingga Allah datang sebagai manusia di dalam pribadi Yesus Kristus sebagai juru selamat, sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Momen Natal ini mengajak kita untuk merendahkan diri dan menyadari sepenuhnya bahwa pertolongan dan kasih karunia Tuhan Pencipta Langit dan Bumi yang membuat kita tidak binasa,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, dalam era informasi saat ini, orang Kristen harus jeli melihat apakah suatu informasi itu sebagai bagian dari kebenaran ataukah hanya untuk sensasi atau viral padahal tidak benar. Sebab jika informasi, terutama dari media sosial, diterima mentah-mentah, informasi yang tidak benar itu bisa membuat keluarga atau rumah tangga rusak atau tidak harmonis. Ibadah juga diisi dengan vokal grup ibu-ibu dari HKBP Rajawali dan koor dari gereja Katolik Pekanbaru.

Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan penyampaikan kata-kata sambutan oleh tamu undangan yakni Pembimas Kristen pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Armin Antoni Silaban, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Sofyan Franyata Harianto diwakili Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Riau Eriadi Fahmi, serta Hotman Simanjuntak mewakili penasihat panitia. Usai kata-kata sambutan, dilakukan penyerahan bantuan kepada 20 orang anak penyandang disabilitas dan 11 keluarga wartawan.

Ketua Panitia Evi Salsalina br Bukit dalam laporannya menyebutkan, panitia tahun ini juga telah memfasilitasi penyelenggaraan operasi pasar murah di tiga gereja hasil kerjasama dengan Perum Bulog. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor, mitra kerja panitia serta donatur sehingga Natal dapat terlaksana dengan baik. Acara diakhiri dengan makan bersama, hiburan dan undian “door prize’.

CATATAN: MUNDUR

Menurut catatan wartawan, penyelenggaraan Natal Wartawan Provinsi Riau (nama resminya dalam kop surat dan stempel adalah Natal Oikumene Wartawan dan Insan Pers Provinsi Riau) beberapa tahun belakangan ini mengalami sedikit penurunan, baik secara kualitas acara, kehadiran jemaat, maupun kedatangan mitra kerja atau pejabat pemerintahan. Tahun ini panitia, tidak bisa “menembus” tembok birokrasi untuk bertemu dengan pejabat pemerintahan maupun militer di Provinsi Riau, alhasil tidak ada sekalipun audiensi dengan pejabat pemerintahan dan lainnya. Padahal beberapa tahun yang lalu, audiensi panitia dengan pihak Gubernur Riau, Kajati, Kapolda, Danrem 031/Wirabima (kini telah menjadi Kodam XIX/TT), Kakanwil Kemenag Riau, juga Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru merupakan hal yang biasa, kalau tidak mau dikatakan rutin.

Alhasil kehadiran pejabat utama dan lainnya dalam acara Natal wartawan juga menjadi nihil. Meski tidak mengurangi makna Natal itu, tapi kebiasaan hadirnya pejabat utama dalam Natal wartawan yang kini perlahan hilang, tetaplah merupakan suatu kemunduran, seakan menunjukkan kekurangmampuan wartawan untuk merangkul mitra kerjanya.

Demikian juga dengan acara Natal itu sendiri, yang tahun ini dilaksanakan di ruangan pertemuan “meeting room” yang terbilang sempit dan padat, sampai-sampai untuk liturgi ke depan atau panggung juga harus berdesak-desakan (bandingkan dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya di Ballroom Furaya Hotel Pekanbaru atau Ballroom Hotel Arya Duta atau Hotel Tjokro). Penampilan koor yang tahun ini hanya dua (salah satunya malah vokal grup berisi beberapa ibu-ibu), kalah jauh dengan beberapa tahun lalu yang tim koornya mencapai lima sampai tujuh, dan yang tampil bukan hanya kaum perempuan. Padahal dukungan dari sejumlah sponsor atau mitra kerja tetap masih mengalir seperti dari RAPP, Pertamina Hulu Rokan, PTPN IV Regional 3 dan sejumlah perusahaan lainnya.

Apakah kemunduran ini ada kaitannya dengan absennya atau tidak aktifnya sejumlah wartawan dalam kepanitiaan? Nama-nama seperti Yanto Budiman Situmeang (terbilang wartawan senior di Riau), Uparlin Maharaja, Na Zara dan lainnya memang tidak lagi aktif dalam kepanitiaan sejak beberapa tahun terakhir ini. Terkait hal ini, ketidakhadiran wartawan senior Oberlin Marbun yang saat ini dalam proses pemulihan kesehatan juga menjadi catatan tersendiri. Oberlin yang selama ini selaku penasihat panitia dikenal terus aktif menjadi motor penggerak dan penyemangat panitia, perannya belum bisa digantikan yang lain. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *